Rabu, 10 Juni 2009


Prabowo Subianto

03/03/2009 09:15

Tempat Tanggal Lahir:
Jakarta, 17 Oktober 1951

Karier:
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)
Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
CEO PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta.
CEO PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan dan Pulp) Jakarta.
CEO PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta.
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (2004-sekarang)
Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (2007–sekarang)
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (2008 – sekarang)
Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (2008 – sekarang)


Ia adalah anak begawan ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. Berbeda dengan ayahnya, Prabowo memilih karier militer. Di lini itu, Prabowo terbilang bintang. Jabatan terakhirnya adalah Panglima Kostrad. Alumnus Akabri Magelang Angkatan 1974 menjadi sosok termuda yang meraih pangkat Letnan Jenderal, yaitu pada usia 46 tahun.

Sayang, akhir kariernya diwarnai tuduhan keterlibatan dalam kasus penculikan sejumlah aktivis mahasiswa dan LSM. Selain itu, berdasar temuan Tim Gabungan Pencari Fakta, Prabowo dituduh mendalangi kerusuhan Mei 1998. Namun, ia tak diadili atas kasus tersebut. Tapi, karier militernya mentok. Ia juga dipercaya terlibat konflik internal dengan Jenderal Wiranto.

Setelah meninggalkan karier militer, ia beralih menjadi pengusaha. Kariernya di dunia usaha pun melesat cepat. Selain karena kesungguhan dan kerja keras, ia juga tergolong cepat belajar. Kini, beberapa tahun setelah pensiun, ia telah memimpin armada bisnis di bawah payung Nusantara Group. Wilayah usahanya terentang dari Kalimantan Timur hingga Kazakhstan. Dari kelapa sawit, perikanan, pertanian, bubur kertas (pulp) hingga minyak dan pertambangan.

Belakangan namanya kembali mencuat di panggung politik menyusul keikutsertaannya dalam konvensi calon presiden Partai Golkar 2004. Namun, ia kalah suara oleh Wiranto. Tak lama setelah itu, ia terpilih sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI. Terkait organisasi ini, Prabowo juga gencar meningkatkan pencitraan melalui media massa dalam bentuk iklan layanan masyarakat yang disponsori oleh HKTI. Pada 12 Juli 2008, ia resmi menyatakan diri keluar dari Partai Golkar.

Saat ini, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah menjadi mesin politiknya secara resmi. Pada 14 Oktober 2008, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Jakarta, Prabowo secara resmi dinyatakan sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2009. Ia pun menyatakan kesiapannya.(UPI/dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar